Sunday, May 26, 2019

Bonus Keindahan Alam saat Mudik lewat Jalur PANSELA


Kali ini saya akan membahas perjalanan mudik lebaran saya dari Yogyakarta ke Blitar via PANSELA ( Pantai Selatan ). Jalur ini membuat saya tertarik karena ini merupakan jalur baru yang di bangun oleh Kementrian PUPR dan pertama kalinya saya melewati jalur ini.



Salah satu pemandangan alam di jalur Pansela (Pantai Soge - Pacitan)

PANSELA sendiri merupakan kepanjangan dari Pantai Selatan yaitu jalur memanjang sejauh 1.405 km dengan kelebaran jalan 5-7 meter menghubungkan Banten sampai Banyuwangi. Jalur Lintas  melintasi Banten – Sukabumi – Surade – Tegalbuleud  - Cidaun – Tasikmalaya – Pangandaran – Cilacap – Ayah – Wawar Jali – Yogyakarta – Parangtritis – Legundi – Baron – Pacitan – Prigi – Pantai Serang – Sendang Biru – Sumberejo – Banyuwangi. Jalur ini di selesaikan pemerintah sebelum lebaran ini karena untuk pemecahan arus mudik ataupun arus balik lebaran. Seperti yang kita ketahui seberapa sibuk jalur PANTURA ( Pantai Utara ) dan Jalur Tengah waktu arus mudik dan balik lebaran, oleh sebab itu PANSELA merupakan jalur alternative yang dapat di tempuh oleh para pemudik untuk menghindari macetnya jalur PANTURA dan Tengah.


Sumber @kemenpupr


Sumber @kemenpupr

Saya memulai perjalanan dari Kota Yogyakarta mengarah ke Kabupaten Gunungkidul dan selanjutnya ke arah Kecamatan Pracimantoro - Wonogiri. Di sini saya dapat bonus pemandangan pegunungan seribu. Jalan diapit oleh bukit – bukit kars khas pegunungan seribu. Pembangunan PANSELA di gunungkidul juga sudah rampung, badan jalan lebar dan keadaan aspal jalan pun sudah sangat halus. Jalur ini juga masih belum terlalu ramai digunakan para pemudik, itu yang membuat nyaman mudik lewat PANSELA ini.

Jalur Pansela di pegunungan sewu - Gunungkidul

Di Jalur ini kita juga bisa menemukan beberapa umum dan untuk dibidang kesehatan, di jalur ini juga terdapat beberapa Apotek dan Puskesmas bahkan Rumah Sakit pun ada di jalur ini, ya walaupun tidak disetiap tempat ada  


Untuk fasilitas fasilitas lain kita juga bisa menemukan banyak masjid di sepanjang jalur ini. Selain itu kita juga bisa menemukan POM Bensin dengan mudah. Jadi jangan kuatir untuk masalah bahan bakar dan masjid untuk sholat kita dapat dengan mudah menemukannya disepanjang jalan  ini.



Selain itu kita juga bisa menemukan beberapa Rest Area dan warung makan. Di perjalanan jauh Rest Area dan Warung makan sangat penting. Lelah berkendara kita bisa istirahat dan makan Rest Area tersebut, karena sangat berbahaya jika lelah berkendara tetapi dipaksakan untuk meneruskan perjalanan.


Jalur pansela pegunungan sewu - Wonogiri

Perjalanan saya lanjutkan  dari Pracimantoro - Wonogiri menuju Pacitan. Perjalanan dari Yogyakarta ke pacitan saya tempuh sekitar 3 jam berkendara memakai sepeda motor. Nah di pacitan ini kita akan di suguhkan pemandangan yang sangat menawan, dari kelak kelok jalurnya, pemandangan dari atas bukitnya, pemadangan pantainya karena jalur PANSELA ini menyusuri tepian pantai, dari tempat wisatanya. 
Jalur Pansela - Wonogiri


Di Pacitan jalur ini melewati beberapa tempat wisata seperti Gua Tabuhan, Gua Gong, Pantai Klayar, Pantai Watu Karung, Pantai Srau, Sentono Gentong, dan masih banyak lagi. Apabila kita bosan dengan perjalanan kita bisa mampir ke tempat wisata tersebut.


Jalur Pansela - Pacitan

Di perjalanan ini saya sempatkan mampir di beberapa tempat wisata seperti Gua Gong, Pantai Klayar, Pantai Srau, Kali Cokel, Sentono Gentong dan Pantai Teleng Ria.
Gua Gong dengan keindahan khas perbukitan kars pegunungan sewu yang sudah dinobatkan sebagai situs Geopark UNESCO, ini memberi pengalaman yang sangat unik di perjalanan ini. untuk tiket masuk gua gong juga masih terjangkau yaitu Rp 10.000 perorang. Untuk menuju Gua Gong kita di haruskan berjalan kaki sekitar 100 – 150 meter melewati jembatan dari parkiran. Setelah masuk kita disuguhkan pemandangan alam stalagtit dan stalagmite yang disinari lampu berwarna-warni sangat indah. Mulut gua memang kecil tetapi setelah masuk ternyata didalam sangat luas.
Goa Gong - Pacitan


Dari Gua Gong saya juga menuju Pantai Klayar yang jaraknya tidak begitu jauh dari Gua Gong. Akses jalan dari PANSELA ke Gua Gong dan Pantai Klayar juga sangat bagus, ruas jalan luar dan halus. Di Pantai Klayar ini kita dapat menemukan Suling Samudra dimana kita bisa melihat semburan air dari lubang di tempat semacam semenanjung yang merupakan salah satu Ikon dari Pantai ini.


Pantai Klayar - Pacitan


Seruling Samudera Pantai Klayar - Pacitan

Setelah Puas berfoto di pantai klayar saya melanjutkan perjalanan ke Pantai Watu Karung. Disini pantainya sangat bersih dengan warna pasirnya yang putih dan airnya yang jernih. Terdapat beberapa wisatawan yang sedang bermain surfing, karena memang ombaknya yang besar dan tidak pecah.

Pantai Watu karung - Pacitan


Tidak Jauh dari Pantai Watu Karung kita bisa menikmati keindahan alam Kali Cokel, memang tidak seterkenal Sungai Maron, tetapi keduanya sebenarnya hampir sama. Ongkos menaiki perahu untuk explore Kali Cokel saya mengeluarkan uang sebesar Rp 20.000 perorang, cukup terjangkau. Dengan biaya segitu kita bisa menyusuri sungai ke muara sungai maupun ke hulu sungai. Pemandangan cukup menawan di pingiran sungai ditumbuhi pohon kelapa.
Kali Cokel - Pacitan


Di dekat Kali Cokel Terdapat Pantai Kasap Yang tak kalah Menawan dari Pantai-pantai sebelumnya. Kita tracking menaiki bukit sekitar 15 menit dan kita akan mendapatkan pemandangan yang sangat menawan dari atas bukit, pantai ini sering disebut Raja Ampat nya Pacitan.
Pantai Kasap - Pacitan


Belum selesai sampai disitu, dari sungai cokel saya bertolak ke Pantai Srau, Jarak tidak begitu jauh dan ternyata disini pemandangan tidak kalah dari Pantai Watu Karung. Pantai dengan pasir putih bersih dan masih asri, blm banyak wisatawan yang datang.
Pantai Srau - Pacitan


Dari Pantai Srau saya langsung bertolak kembali ke jalur PANSELA untuk melanjutkan perjalanan mudik saya. Di pertengahan jalan menuju pacitan saya melewati satu tempat wisata lagi yaitu Sentono Gentong. Sentono Gentong merupakan tempat wisata menyuguhkan pemandangan Kota Pacitan dan pantai Teleng Ria dari atas bukit. Sangat luar biasa pemandangan Kota Pacitan dari sini. Untuk Tiket masuk Sentono Gentong juga terbilang murah hanya Rp. 10.000 per orang

Bukit Sentono Gentong - Pacitan

Dari Sentono Gentong kita langsung menuju kota pacitan, tidak jauh dari sini, sekitar menempuh perjalanan 20 menit sudah sampai Kota Pacitan. Dari Kota Pacitan kita menuju Trengalek. Di sepanjang perjalanan dari Pacitan kita juga disuguhi pemandangan yang sangat menawan salah satunya adalah jembatan JLS Pacitan.




Dari Jembatan JLS Pacitan ini kita menuju Trengalek, perjalanan disini agak panjang tetapi sekita 50 menit kita bertemu dengan Pantai Soge yang letaknya sangat dekat dengan Jalur PANSELA. Jalur ini menyusuri Pantai Soge dan menyuguhkan pemandangan yang tiada duanya.

Jalur Pansela Pantai Soge (Pacitan - Trenggalek)


Dari Pantai Soge ini saya melanjutkan perjalanan lagi, sekitar 30 (tigapuluh) menit dari sini saya menemukan Rest Area yang juga mempunyai pemandangan yang bagus dan fasilitas lengkap seperti mushola, toilet dan warung makan. Rest Area tersebut adalah Rest Area PLTU Sidimoro. Untuk parkiran di Rest Area ini juga cukup luas.




Sesudah istirahat sekitar 15 ( lima belas ) menit maka saya melanjutkan perjalanan lagi. Sekitar 2,5 jam perjalanan saya sampai di kota Trenggalek, karena hari sudah petang dan juga sudah buka puasa maka saya mencari makan untuk berbuka puasa, kebetulan di pinggir jalan dari Trenggalek menuju Tulungagung banyak warung makan.


Jalur Pansela - Trenggalek

Sekitar 45 ( empat puluh lima ) menit beristirahat berbuka puasa saya melanjutkan perjalanan Ke Tulungagung, pejalanan tidak lama sekitar 45 ( empat puluh lima ) menit denganjalan yang lumayan ramai, ruas jalan yang lumayan luas tetapi keadaan jalan yang kadang bergelombang.
Perjalanan dari Tulungagung ke Kota Blitar juga tidak memakan waktu lama sekitar 45 menit juga dengan keadaan jalan yang tidak berbeda jauh dari ruas jalan Trengalek – Tulungagung.



Dari perjalanan Yogyakarta – Blitar disarankan untuk membawa uang cash dikarenakan sepanjang perjalanan yogyakarta – Blitar baru bisa di temui mesin ATM hanya di Kota Pacitan, Kota Trenggalek, Kota Tulungagung dan di Kota Blitar. Untuk sepanjang perjalanan menuju masing-masing kota tidak terdapat mesin ATM. Untuk ketersediaan POM Bensin, Rest Area, Puskesmas, Apotek, Bengkel, Pos Polisi, Masjid di sepanjang jalur PANSELA masih mudah ditemukan. Ruas jalannya sudah lebar dan keadaan aspal juga sudah halus, juga masih jarang digunakan oleh para Pemudik oleh sebab itu Jalur PANSELA ini menurut saya sangat di rekomendasaikan untuk jalur mudik. Kalau kita lelah di perjalanan kita bisa berhenti di tempat-tempat wisata karena di sepanjang jalur ini banyak tempat wisata.
Demikian secuil informasi tentang perjalanan Mudik saya ke Blitar dari Yogyakarta via Jalur PANSELA. Semoga bermanfaat bagi para pemudik. Tetap Jaga Kondisi, taat peraturan lalulintas, dan semoga selamat sampai tujuan. Terimakasih.
  



@Way2themes

Follow Me