Sunday, May 26, 2019

Bonus Keindahan Alam saat Mudik lewat Jalur PANSELA


Kali ini saya akan membahas perjalanan mudik lebaran saya dari Yogyakarta ke Blitar via PANSELA ( Pantai Selatan ). Jalur ini membuat saya tertarik karena ini merupakan jalur baru yang di bangun oleh Kementrian PUPR dan pertama kalinya saya melewati jalur ini.



Salah satu pemandangan alam di jalur Pansela (Pantai Soge - Pacitan)

PANSELA sendiri merupakan kepanjangan dari Pantai Selatan yaitu jalur memanjang sejauh 1.405 km dengan kelebaran jalan 5-7 meter menghubungkan Banten sampai Banyuwangi. Jalur Lintas  melintasi Banten – Sukabumi – Surade – Tegalbuleud  - Cidaun – Tasikmalaya – Pangandaran – Cilacap – Ayah – Wawar Jali – Yogyakarta – Parangtritis – Legundi – Baron – Pacitan – Prigi – Pantai Serang – Sendang Biru – Sumberejo – Banyuwangi. Jalur ini di selesaikan pemerintah sebelum lebaran ini karena untuk pemecahan arus mudik ataupun arus balik lebaran. Seperti yang kita ketahui seberapa sibuk jalur PANTURA ( Pantai Utara ) dan Jalur Tengah waktu arus mudik dan balik lebaran, oleh sebab itu PANSELA merupakan jalur alternative yang dapat di tempuh oleh para pemudik untuk menghindari macetnya jalur PANTURA dan Tengah.


Sumber @kemenpupr


Sumber @kemenpupr

Saya memulai perjalanan dari Kota Yogyakarta mengarah ke Kabupaten Gunungkidul dan selanjutnya ke arah Kecamatan Pracimantoro - Wonogiri. Di sini saya dapat bonus pemandangan pegunungan seribu. Jalan diapit oleh bukit – bukit kars khas pegunungan seribu. Pembangunan PANSELA di gunungkidul juga sudah rampung, badan jalan lebar dan keadaan aspal jalan pun sudah sangat halus. Jalur ini juga masih belum terlalu ramai digunakan para pemudik, itu yang membuat nyaman mudik lewat PANSELA ini.

Jalur Pansela di pegunungan sewu - Gunungkidul

Di Jalur ini kita juga bisa menemukan beberapa umum dan untuk dibidang kesehatan, di jalur ini juga terdapat beberapa Apotek dan Puskesmas bahkan Rumah Sakit pun ada di jalur ini, ya walaupun tidak disetiap tempat ada  


Untuk fasilitas fasilitas lain kita juga bisa menemukan banyak masjid di sepanjang jalur ini. Selain itu kita juga bisa menemukan POM Bensin dengan mudah. Jadi jangan kuatir untuk masalah bahan bakar dan masjid untuk sholat kita dapat dengan mudah menemukannya disepanjang jalan  ini.



Selain itu kita juga bisa menemukan beberapa Rest Area dan warung makan. Di perjalanan jauh Rest Area dan Warung makan sangat penting. Lelah berkendara kita bisa istirahat dan makan Rest Area tersebut, karena sangat berbahaya jika lelah berkendara tetapi dipaksakan untuk meneruskan perjalanan.


Jalur pansela pegunungan sewu - Wonogiri

Perjalanan saya lanjutkan  dari Pracimantoro - Wonogiri menuju Pacitan. Perjalanan dari Yogyakarta ke pacitan saya tempuh sekitar 3 jam berkendara memakai sepeda motor. Nah di pacitan ini kita akan di suguhkan pemandangan yang sangat menawan, dari kelak kelok jalurnya, pemandangan dari atas bukitnya, pemadangan pantainya karena jalur PANSELA ini menyusuri tepian pantai, dari tempat wisatanya. 
Jalur Pansela - Wonogiri


Di Pacitan jalur ini melewati beberapa tempat wisata seperti Gua Tabuhan, Gua Gong, Pantai Klayar, Pantai Watu Karung, Pantai Srau, Sentono Gentong, dan masih banyak lagi. Apabila kita bosan dengan perjalanan kita bisa mampir ke tempat wisata tersebut.


Jalur Pansela - Pacitan

Di perjalanan ini saya sempatkan mampir di beberapa tempat wisata seperti Gua Gong, Pantai Klayar, Pantai Srau, Kali Cokel, Sentono Gentong dan Pantai Teleng Ria.
Gua Gong dengan keindahan khas perbukitan kars pegunungan sewu yang sudah dinobatkan sebagai situs Geopark UNESCO, ini memberi pengalaman yang sangat unik di perjalanan ini. untuk tiket masuk gua gong juga masih terjangkau yaitu Rp 10.000 perorang. Untuk menuju Gua Gong kita di haruskan berjalan kaki sekitar 100 – 150 meter melewati jembatan dari parkiran. Setelah masuk kita disuguhkan pemandangan alam stalagtit dan stalagmite yang disinari lampu berwarna-warni sangat indah. Mulut gua memang kecil tetapi setelah masuk ternyata didalam sangat luas.
Goa Gong - Pacitan


Dari Gua Gong saya juga menuju Pantai Klayar yang jaraknya tidak begitu jauh dari Gua Gong. Akses jalan dari PANSELA ke Gua Gong dan Pantai Klayar juga sangat bagus, ruas jalan luar dan halus. Di Pantai Klayar ini kita dapat menemukan Suling Samudra dimana kita bisa melihat semburan air dari lubang di tempat semacam semenanjung yang merupakan salah satu Ikon dari Pantai ini.


Pantai Klayar - Pacitan


Seruling Samudera Pantai Klayar - Pacitan

Setelah Puas berfoto di pantai klayar saya melanjutkan perjalanan ke Pantai Watu Karung. Disini pantainya sangat bersih dengan warna pasirnya yang putih dan airnya yang jernih. Terdapat beberapa wisatawan yang sedang bermain surfing, karena memang ombaknya yang besar dan tidak pecah.

Pantai Watu karung - Pacitan


Tidak Jauh dari Pantai Watu Karung kita bisa menikmati keindahan alam Kali Cokel, memang tidak seterkenal Sungai Maron, tetapi keduanya sebenarnya hampir sama. Ongkos menaiki perahu untuk explore Kali Cokel saya mengeluarkan uang sebesar Rp 20.000 perorang, cukup terjangkau. Dengan biaya segitu kita bisa menyusuri sungai ke muara sungai maupun ke hulu sungai. Pemandangan cukup menawan di pingiran sungai ditumbuhi pohon kelapa.
Kali Cokel - Pacitan


Di dekat Kali Cokel Terdapat Pantai Kasap Yang tak kalah Menawan dari Pantai-pantai sebelumnya. Kita tracking menaiki bukit sekitar 15 menit dan kita akan mendapatkan pemandangan yang sangat menawan dari atas bukit, pantai ini sering disebut Raja Ampat nya Pacitan.
Pantai Kasap - Pacitan


Belum selesai sampai disitu, dari sungai cokel saya bertolak ke Pantai Srau, Jarak tidak begitu jauh dan ternyata disini pemandangan tidak kalah dari Pantai Watu Karung. Pantai dengan pasir putih bersih dan masih asri, blm banyak wisatawan yang datang.
Pantai Srau - Pacitan


Dari Pantai Srau saya langsung bertolak kembali ke jalur PANSELA untuk melanjutkan perjalanan mudik saya. Di pertengahan jalan menuju pacitan saya melewati satu tempat wisata lagi yaitu Sentono Gentong. Sentono Gentong merupakan tempat wisata menyuguhkan pemandangan Kota Pacitan dan pantai Teleng Ria dari atas bukit. Sangat luar biasa pemandangan Kota Pacitan dari sini. Untuk Tiket masuk Sentono Gentong juga terbilang murah hanya Rp. 10.000 per orang

Bukit Sentono Gentong - Pacitan

Dari Sentono Gentong kita langsung menuju kota pacitan, tidak jauh dari sini, sekitar menempuh perjalanan 20 menit sudah sampai Kota Pacitan. Dari Kota Pacitan kita menuju Trengalek. Di sepanjang perjalanan dari Pacitan kita juga disuguhi pemandangan yang sangat menawan salah satunya adalah jembatan JLS Pacitan.




Dari Jembatan JLS Pacitan ini kita menuju Trengalek, perjalanan disini agak panjang tetapi sekita 50 menit kita bertemu dengan Pantai Soge yang letaknya sangat dekat dengan Jalur PANSELA. Jalur ini menyusuri Pantai Soge dan menyuguhkan pemandangan yang tiada duanya.

Jalur Pansela Pantai Soge (Pacitan - Trenggalek)


Dari Pantai Soge ini saya melanjutkan perjalanan lagi, sekitar 30 (tigapuluh) menit dari sini saya menemukan Rest Area yang juga mempunyai pemandangan yang bagus dan fasilitas lengkap seperti mushola, toilet dan warung makan. Rest Area tersebut adalah Rest Area PLTU Sidimoro. Untuk parkiran di Rest Area ini juga cukup luas.




Sesudah istirahat sekitar 15 ( lima belas ) menit maka saya melanjutkan perjalanan lagi. Sekitar 2,5 jam perjalanan saya sampai di kota Trenggalek, karena hari sudah petang dan juga sudah buka puasa maka saya mencari makan untuk berbuka puasa, kebetulan di pinggir jalan dari Trenggalek menuju Tulungagung banyak warung makan.


Jalur Pansela - Trenggalek

Sekitar 45 ( empat puluh lima ) menit beristirahat berbuka puasa saya melanjutkan perjalanan Ke Tulungagung, pejalanan tidak lama sekitar 45 ( empat puluh lima ) menit denganjalan yang lumayan ramai, ruas jalan yang lumayan luas tetapi keadaan jalan yang kadang bergelombang.
Perjalanan dari Tulungagung ke Kota Blitar juga tidak memakan waktu lama sekitar 45 menit juga dengan keadaan jalan yang tidak berbeda jauh dari ruas jalan Trengalek – Tulungagung.



Dari perjalanan Yogyakarta – Blitar disarankan untuk membawa uang cash dikarenakan sepanjang perjalanan yogyakarta – Blitar baru bisa di temui mesin ATM hanya di Kota Pacitan, Kota Trenggalek, Kota Tulungagung dan di Kota Blitar. Untuk sepanjang perjalanan menuju masing-masing kota tidak terdapat mesin ATM. Untuk ketersediaan POM Bensin, Rest Area, Puskesmas, Apotek, Bengkel, Pos Polisi, Masjid di sepanjang jalur PANSELA masih mudah ditemukan. Ruas jalannya sudah lebar dan keadaan aspal juga sudah halus, juga masih jarang digunakan oleh para Pemudik oleh sebab itu Jalur PANSELA ini menurut saya sangat di rekomendasaikan untuk jalur mudik. Kalau kita lelah di perjalanan kita bisa berhenti di tempat-tempat wisata karena di sepanjang jalur ini banyak tempat wisata.
Demikian secuil informasi tentang perjalanan Mudik saya ke Blitar dari Yogyakarta via Jalur PANSELA. Semoga bermanfaat bagi para pemudik. Tetap Jaga Kondisi, taat peraturan lalulintas, dan semoga selamat sampai tujuan. Terimakasih.
  



Wednesday, December 26, 2018

KEINDAHAN MALANG & SEKITARNYA YANG WAJIB KAMU TAHU





Saat long weekend tiba sudah bisa dipastikan Kota Jogja bakal rame oleh para pengunjung dari luar daerah. Dan saya sebagai penduduk Jogja yang  baik hati agar Jogja tidak terlalu penuh maka saya harus keluar dari Kota Jogja untuk sementara. Kota Malang menjadi kota pilihan saya saat ini untuk menghabiskan waktu selama long weekend berlangsung.


Kereta Api saya pilih untuk mengantarkan saya dari Kota Jogja ke Kota Malang. Hanya cukup duduk ganteng selama delapan jam saya sudah tiba di Kota Malang. Kota Kreatif nomor tiga di Indonesia setelah Kota Bandung dan Kota Jogja ini membuat saya penasaran ada apa aja sih di Kota Malang?
Tujuan paling utama di Kota Malang mana lagi kalau bukan Gunung Bromo. Gunung ini bisa ditempuh selama 2 jam dari Kota Malang dan sudah bisa dipastikan banyak lagi tempat yang menarik yang akan saya kunjungi selama di Kota Malang.

Mari kita bahas satu persatu keindahan Kota Malang dan sekitarnya. Wisata Kota Malang tidak bisa dipisahkan  dengan wisata yang berada di sekitarnya yang biasa disebut juga  dengan  wisata di Malang Raya. Malang Raya ini meliputi 3 daerah administratif yaitu Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Keindahan Malang dan sekitarnya yang wajib anda tahu yang pertama adalah wisata di Kota Batu. Saat saya ke kota Batu yang saya kunjungi adalah Coban Rais dan Taman Selecta.

Coban Rais


Jalan menuju Coban Rais dari Kota Batu tidak terlalu jauh tetapi memiliki medan yang menanjak dan jalannya juga sempit. Waktu sampai di sana parkiran penuh, terpaksa harus parkir agak jauh dari pintu masuk itu pun cuman di pinggir jalan yang agak sempit cuman muat untuk 2 mobil berpapasan, apabila dipakai untuk parkir mobil di satu sisi maka untuk berpapasan harus tunggu satu persatu gantian jalannya.

Di depan  pintu masuk juga ramai para penjual  makanan, kami sempat berhenti sejenak untuk makan. Setelah makan kami masuk ke kawasan wisata dengan tiket Rp 10.000 Nggak jauh berjalan sudah ditawari ojek untuk menuju Coban Rais. Aku pikir sih lokasi tidak terlalu jauh dari gerbang pintu masuk makanya aku tolak ojeknya. Akhirnya kita jalan kaki masuk, setelah sekitar 100 meter kami disuguhi pemandangan yang sungguh indah, taman buatan manusia yang dibuat sengaja untuk spot foto. Sayangnya untuk setiap spot foto ditarik biaya lagi dan setiap spot harganya berbeda- beda, kisaran Rp 15.000 sampai Rp 35.000,-  Ok...kita lupakan spot- spot itu, tujuan utamanya adalah Coban Rais.


Setelah jalan melewati taman-taman tadi kami memasuki hutan. Perkiraan saya tidak jauh letak Coban Rais tersebut, ternyata saya salah. Dari pintu masuk letak Coban Rais ternyata sejauh sekitar 3 km dengan medan yang cukup lumayan berat, nanjak sih tidak terlalu, tp basah karena kadang harus menyebrangi  dan menyusuri semacam kali dari aliran Coban Rais.
Setelah sekitar 2 jam tracking sampailah di Coban Rais. Air terjun lumayan tinggi, debit air juga lumayan deras, air jernih dan dingin khas pegunungan. Setelah puas berfoto kami balik untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan wisata berikutnya yaitu Taman Selecta.


Taman Selecta
Tak seberapa jauh dari Coban Rais, ada taman yang indah dan sedang viral di sosial media yaitu Taman Selecta.  Taman Selecta memiliki area parkir yang sangat luas. Tiket masuk seharga Rp 25.000 di tambah parkir mobil Rp 10.000. Di dalam terdapat kolam renang luas dan wahana permainan air, taman bunga, dan area bermain anak-anak. Kami lebih memperhatikan taman bunga karena kalau untuk kolam renang dan wahana permainan air kami tidak membawa ganti baju.

Di sini tepatnya memang untuk liburan keluarga, untuk yang dewasa ada untuk yang anak-anak juga ada dalam satu tempat.
Ok… di sini juga tidak lama, hanya ambil beberapa foto yang nantinya untuk dipamerkan di media sosial, setelah itu kami meluncur balik ke Kota Malang dan langsung menuju hotel untuk check in. Saya sudah pesan hotel jauh-jauh hari sebelum datang ke Kota Malang. Seperti 5 bulan yang lalu saat saya berkunjung ke Kota Surabaya dan memilih stay di Hotel Santika Premiere Gubeng, hotel yang saya pilih saat di Malang juga masih satu brand yang sama yaitu Hotel Santika Premiere Malang.

Jadi saran saja untuk teman-teman agar liburan lebih sempurna, teman-teman harus pandai memilih hotel sebagai tempat menginap. Selama 3 hari di Malang saya memilih menginap di Hotel Santika Premiere Malang. Hotel ini saya pesan sekitar 20 hari sebelum keberangkatan saya ke Kota Malang dan saya mendapatkan harga special dan relatif murah dengan  pesan langsung melalui www.santika.com . Caranya mudah banget kita hanya tinggal klik di www.santika.com tersebut, kemudian kita bisa memilih provinsi atau pulau besar yang ada di sebagian besar wilayah Indonesia. Setelah itu kita tinggal memilih hotel-hotel dari brand Santika Indonesia Hotels & Resorts di provinsi tersebut, ada hotel bintang 2 sampai hotel bintang 5 dengan harga yang sangat menarik.

Saya tiba di Hotel Santika Premiere Malang sekitar jam 2 siang. Saat tiba di lobby hotel suasana tenang dan sepi yang pertama kali saya rasakan. Ada yang unik saat saya akan melakukan proses check in, di hotel ini semua proses check in dan check out dilayani sambil duduk di kursi. Karena memang konsep front desk nya di desain untuk melayani tamu sambil duduk, mirip seperti saat kita datang di sebuah bank dan dilayani seorang customer service
Menginap di Hotel Santika Premiere Malang adalah pengalaman terbaik saya saat berkunjung ke Malang pada 18-20 November 2018 lalu. Tidak ada hal yang lebih baik selain merebahkan diri di dalam kamar yang nyaman setelah lelah explore Kota Batu dan mempersiapkan diri lagi untuk ke Gunung Bromo pada malam harinya
Setelah tertidur pulas dengan nyaman di Hotel Santika Premiere Malang sekitar jam 23.00 saya bangun dan melanjutkan liburan saya dengan tujuan Gunung Bromo


Gunung Bromo
Sekitar jam 12.00 saya dan beberapa teman yang tinggal di Kota Malang sudah sampai di tempat persewaan motor trail di Sawojajar Adventure. Kami ke Gunung Bromo tidak memakai mobil jeep seperti wisatawan pada umumnya,  karena kami ingin merasakan sensasi baru liburan ke Gunung Bromo dengan mengendarai  motor  trail. Sesuai dengan perjanjian kami membayar sewa untuk satu motor seharga Rp 200.000 per 12 jam untuk harga weekend dan jika sewa di hari biasa dipungut biaya Rp 160.000,- per 12 jam. Selain itu kami harus mengeluarkan dana extra untuk bayar guide sebesar Rp 300.000. Kami harus membawa guide karena kami menyewa motor tanpa jaminan, jaminan yang dimaksud adalah kita harus meninggalkan 1 unit motor (Motor bukan trails) di tempat persewaan tersebut jika kita tidak memakai Tour Guide. Jadi total biaya untuk naik Bromo sebesar Rp 700.000 untuk 2 motor trail dan bayar guide selama 12 jam dan  tambah bensin Rp 50.000 setiap motornya.

Kami berangkat jam 12.00 langsung tancap gas ke Bromo, untuk jalan saya kurang memperhatikan dan menghafalkannya karena memang kondisi masih gelap, kami tinggal mengekor sang guide. Sekitar jam 02.30 kami sampai di gerbang selamat datang untuk tiket masuk dipungut biaya Rp 27.500 setiap orangnya dan Rp 10.000 setiap motornya. Di pertigaan jalan sebelum turun ke lautan pasir mampir ngopi di warung pinggir jalan sambil ngangetin badan. Suhu lumayan dingin diatas. Selesai ngopi sekitar jam 03.00 kami meluncur turun ke lautan pasir untuk selanjutnya menuju ke Bukit Penanjakan 1  untuk melihat sunrise. Jalan di lautan pasir waktu itu sangat kering. Banyak jalan bercabang juga, untung kami pergi bersama guide jadi tau mana jalan yang harus dilewati, walaupun cabang-cabang tersebut juga mengarah pada satu tujuan hanya saja kondisi jalannya yang berbeda.

Kendaraan yang dapat melaju kencang saat di lautan Pasir hanya Mobil Jeep, dengan kontur pasir yang sangat kering dan berbisik motor trail pun tidak bisa melaju dengan kencang dan tetap harus berhati-hati. Saat di lautan pasir banyak juga wisatawan yang menggunakan motor matic dan sudah bisa dipastikan kecepatan mereka tidak ada yang melebihi 10 Km/jam, dengan medan pasir yang sangat gembur. Karena pada dasarnya roda pada motor matic memang tidak di desain untuk medan off road. Sekitar pukul 4.30 pagi saya sampai ke Puncak Penanjakan.


Puncak Penanjakan atau Penanjakan merupakan puncak tertinggi untuk melihat matahari terbit ke arah Kaldera Tengger, salah satunya termasuk Gunung Bromo. Penanjakan memiliki fasilitas yang terlengkap, mulai dari mushola, toilet, hingga kios-kios penjaja makanan. Dijual pula perlengkapan anti dingin seperti jaket, syal, kupluk, dan sarung tangan. Lokasinya berupa tribun 10 tingkat yang berbentuk setengah lingkaran, tentunya menghadap timur. Terpaan angin di sini diklaim masyarakat yang paling kencang di antara yang lain, sekaligus yang paling dingin. Teman-teman harus lebih mempersiapkan perlengkapan, terutama jika berdiri di sisi-sisi terluar bukit ini.


Spot sunrise Bromo yang paling ramai ini berada di ketinggian 2.770 meter diatas permukaan laut.

Penanjakan 1 Bromo sendiri merupakan view point utama di kawasan wisata Gunung Bromo. Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan tempat wisata ini memiliki pemandangan nan luar biasa. Berhadapan langsung Gunung Bromo, Batok, Kursi juga latar belakang keagungan Gunung Semeru. Hal itu juga didukung oleh hamparan lautan pasir tertutup kabut yang bersamaan dengan datangnya sinar mentari pagi. Indah, bukan





Setelah kami puas melihat indahnya sunrise di Gunung Bromo kami turun ke Lautan Pasir. Tak kalah di lautan pasirpun pemandangan juga menakjubkan. Hampir setiap sudut di sini mempunyai keindahan dan keunikan. Kami mampir untuk berfoto di jalan, karena pemandangan sayang apabila tidak diabadikan.


Sampai di parkiran Gunung Bromo terdapat banyak warung. Di sana banyak buat nongkrong para supir jeep yang parkir nungguin tamunya naik Gunung Bromo. Di sana juga banyak terdapat kuda yang disewakan untuk perjalanan dari parkiran ke kaki Gunung Bromo, karena memang cukup jauh untuk berjalan kaki. Ongkos naik kuda waktu itu Rp 50.000, tetapi karena kami membawa motor jadi bisa langsung ke kaki Gunung Bromo pakai motor trail. Untuk parkiran motor tepat di kaki gunung. Di dekat parkiran juga terdapat toilet yang antriannya ngalahin antrian pembagian sembako. Dari parkiran menuju tangga naik harus hiking dulu walaupun tidak terlalu jauh tetapi lumayan menguras energi. Jalan kaki di tempuh 15 menit. Dan sampai di tangga.....wow antri juga untuk naik turunnya. Tangga cuma bisa untuk satu baris naik dan satu baris turun. Jadi ya memang harus antri




Ada yang tidak sabar jalan lewat tangga mereka jalan di luar tangga, tapi itu sangat berbahaya karena memang tidak ada yang buat untuk pegangan juga tanahnya labil.
















Di Puncak Bromo terdengar suara dari Kawah Bromo, entah suara apa tidak bisa kami lihat karena kecuraman kawah. Setelah puas berfoto kami turun untuk selanjutnya menuju Pura Luhur Poten.

Dengan latar belakang Gunung Bathok sungguh mempesona pura ini, walau kami tidak bisa explore seluruh pura karena dikunci kami cukup puas bisa di plataran untuk ambil foto.







Setelah dari Pura Luhur Poten kami lanjutkan ke Bukit Teletubies dan Padang Sabana.

Setelah selesai explore Bromo saya langsung pulang lagi ke Hotel Santika Premiere Malang. Karena waktu saya kurang dari 24 jam lagi di Malang maka saya akan stay di Hotel saja dan menikmati fasilitas yang tersedia di Hotel. Mari kita review hotel ini dari sudut ke sudut

Hotel Santika Premiere Malang memiliki lokasi yang cukup strategis, hanya 15 menit dengan berjalan kaki Anda sudah dapat sampai di pusat Kota Malang. Hotel Santika Premiere Malang juga hanya berjarak 15 menit berkendara dari Bandara Abdul Rachman Saleh. Hotel berbintang 4 ini merupakan pilihan tepat untuk beristirahat saat Anda singgah di Kota Malang. Lingkungan hotel yang indah, tenang dan pelayanan staf hotel yang profesional yang akan membuat anda semakin nyaman saat singgah di hotel ini.



Hotel Santika Premiere Malang memiliki 112 kamar yang nyaman dengan dekorasi yang indah dan perabotan yang modern. Pada setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas seperti AC, TV satelit layar datar, minibar, dan kamar mandi yang dilengkapi dengan bathtub dan shower serta dilengkapi dengan perlengkapan kamar mandi yang bersih dan terawat. Hotel Santika Premiere Malang juga memiliki fasilitas lain sepertitaman hotel yang cantik dan indah, free parking area, parkir valet, Wi-Fi gratis di public area maupun di masing – masing kamar hotel, layanan laundry, layanan spa, kolam renang outdoor, layanan kamar 24 jam, ruang pertemuan, dan pusat kebugaran. 


Hotel Santika Premiere Malang juga memiliki fasilitas Teracota Café yang menyajikan makan dengan berbagai pilihan masakan serta Kulala Bar yang dapat digunakan oleh para tamu untuk bersantai sambil menikmati cocktail dan iringan music piano
Kesan berikutnya yang tertangkap adalah dinamis. Saat menengok ke samping lobi, pandangan akan langsung menabrak  kolam renang yang nyaris tak terhalang oleh dinding pembatas. Tepat di ujung kolam renang adalah restoran. Bisa dikatakan antara lobi, kolam renang, dan restoran di Hotel Santika Premiere Malang adalah ruang-ruang yang terpisahkan. Sebuah cara unik agar tamu yang baru tiba bisa menangkap banyak kesan positif tentang hotel ini.
Meski kesan pertama didominasi unsur modern, Hotel Santika Premiere Malang tetap mewadahi unsur budaya lokal. Di beberapa sudut ruangan terpasang lukisan bercorak Jawa. Miniatur patung pengantin Jawa atau Loro Blonyo juga dijumpai di setiap lantai dan diletakkan di dekat pintu lift





Kamar Terbaik

Hotel Santika Premiere Malang yang berbintang 4 ini memiliki beberapa tipe kamar. Salah satunya adalah Deluxe Twin Room, tempat saya istirahat di lantai 3 . Kamar ini berselimut interior yang manis. Warna cerah yang melapisi bagian dalam kamar memberikan rasa nyaman dan menyenangkan.

Dengan luas 27 meter persegi, kamar ini memuat fasilitas yang sangat lengkap dan semuanya berfungsi baik. Mulai dari dari tempat tidur ukuran besar, dua buah meja, kursi, sofa, pemanas air untuk menyeduh minuman, brankas, AC, kulkas, perlengkapan, telepon, hingga televisi. Saat melongok ke dalam kamar mandinya, ada bathtub yang besar.
Satu hal lain yang istimewa adalah balkon pada setiap kamar. Saat pintu balkon dibuka hembusan udara langsung mengalir ke dalam kamar. Di atas balkon kita bisa duduk bersantai sambil menikmati suasana atau melakukan kegiatan ringan seperti minum secangkir kopi. Balkon kamar yang saya tempati juga menyuguhkan pemandangan yang manis di malam hari karena berada tepat di atas kolam renang dan taman yang dihiasi lampu-lampu temaram.
Kamar terbaik dengan semua fasilitas tersebut tentu saja memenuhi kebutuhan istirahat yang berkualitas. Merebahkan diri dalamnya terasa tenang meskipun lokasi hotel berada di tengah keramaian. Terbukti malam itu saya tidur dengan nyenyak


Keuntungan Booking melalui santika.com
Umumnya kita memesan kebutuhan traveling  lewat Online Travel Agent (OTA). Namun, tahukah kalian kalau sering kali apabila kita memesan kamar hotel lewat website justru bisa dapat harga lebih murah?
Berikut beberapa keuntungan Booking melalui santika.com
1. Beragam Pilihan dan Keamanan Bertransaksi: santika.com memberikan pilihan berbagai metode pembayaran dari kartu kredit, bank transfer, juga bayar langsung di hotel
2. Jaminan Harga Terbaik: 
santika.com selalu memberikan harga terbaik dibanding platform manapun
3. Tidak Ada Biaya Tersembunyi: 
santika.com menampilkan harga yang sudah termasuk pajak
4. Lebih Banyak Manfaat: jika booking via 
santika.com maka kita bisa mendapatkan berbagai manfaat khusus seperti free Wi-Fi, free breakfast, dan fasilitas lainnya
5. Ulasan Pelanggan: di 
santika.com kita bisa membaca pengalaman menginap dari tamu lain sebagai referensi menginap kita


Apabila kalian ingin mencari alternatif menginap di jaringan Santika Indonesia Hotels & Resorts di Kota Malang, maka 1 Hotel lagi yang bisa jadi pilihan yaitu  Amaris Hotel Malang. Amaris Hotel Malang ini berada di Jl. Letjen Sutoyo No. 39 – Malang, Jawa Timur Telepon: (0341) 419 191. Amaris Hotel Malang ini merupakan hotel bintang 2 yang menyediakan 111 kamar hotel dan  juga bisa dipesan melalui santika.com untuk penawaran harga spesial.

Tiga hari dua malam pun terasa singkat saat menikmati Kota Malang ini, semoga liburan singkat ini bisa menjadi referensi anda untuk menghabiskan liburan  di Kota Malang. Sampai ketemu lagi di liburan selanjutnya, JAGA ALAM, PEGANG TEGUH BUDAYA, LESTARI INDONESIAKU




@Way2themes

Follow Me