Friday, March 26, 2021

Bingung akhir pekan mau kemana? Yuk cobain Gelato di Broadway Alam Sutera

Main ke Tangerang selatan saat akhir pekan jangan lupa mampir ke kawasan wisata kuliner yang lagi hits yaitu Flavor Bliss, Broadway Alam Sutera yang menawarkan sisi western yang instagramable.

Broadway Alam Sutera ini berlokasi di Jl. Alam Sutera Boulevard, Pakulonan, Kec. Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten. Setelah masuk ke kompleks Flavor Bliss, kamu bisa belok kanan melewati Lamian Palace dan hanya perlu mengikuti jalan hingga menemukan pintu masuk dengan tulisan “Welcome to Broadway”.

 


Saat tiba dikawasan ini kamu akan merasa seperti berada di Broadway Street, New York. Bagi yang hobi foto-foto, kamu bisa dengan puas mengambil gambar OOTD hingga video di setiap sudut sepanjang area Broadway Alam Sutera tanpa dikenakan charge untuk konten pribadi alias gratis. Broadway Alam Sutera ini buka pada jam 08.00 – 22.00 dan selama masa pandemi, pengecekan suhu hingga QR Scan dilakukan pengelola demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

 


Setelah puas dengan foto-foto dan sudah dapat beberapa footage juga untuk dijadikan konten di channel youtube, saya pun melihat ada salah satu café yang unik di area Broadway Alam sutera ini. Nama Café nya adalah Gelatossimo, seperti namanya café ini menjual Gelato dan sayapun langsung mampir dong. Siapa sih yang nggak suka ice cream apalagi gelato? Pasti semua suka 'kan? Dari mulai anak kecil hingga orang dewasa pasti suka sama makanan yang satu ini. Maka dari itu saya pun tergiur untuk mampir di Gelatossimo yang menyajikan Es krim khas italia yang ada di Flavor Bliss Alam Sutera ini.

 




Memasuki Gelatossimo saya langsung menuju arah Cashier untuk membayar terlebih dahulu menu yang akan kita pilih. Harga gelato mulai dari 30 ribu rupiah aja lho. Dengan harga tersebut kita bisa memilih 2 Scoop variant rasa gelato yang disajikan di dalam etalase kaca dengan banyak pilihan variant rasa. Saya mencoba rasa Bubble Gum & Unicorn  dan rasanya begitu enak dan nikmat. Sangat lembut dengan takaran susu yang pas. Selain Gelato, saya juga membeli 1  Special Hotdog with minced meat.






Gelatossimo buka setiap hari dan selama PSBB jam bukanya mulai pukul 09.00 sampai dengan 20.00 WIB tapi kalau nanti sudah normal kembali jam bukanya adalah 10.00 – 22.00 WIB. Jadi kamu bisa bebas nih milih waktunya, paling recommended saat sore menjelang malam hari, suasananya ajib banget pokoknya.

 


Café-café yang ada di Broadway Alam Sutera ini memang unik-unik, selain Gelatossimo dengan konsep American Dining nya, teman-teman juga bisa menjumpai restoran maupun coffee shop yang gaya arsitektur nya epic banget dengan lampu-lampu jalan dibuat begitu klasik. Salah satu bangunan yang paling ikonik adalah gedung teater dengan plang besar bertulis Vintage Vibes. Wahh, berasa ada di New York beneran deh. Kalau ke sini pastikan kamu membawa kamera dengan baterai full dan uang yang cukup ya. Karena rasanya selalu ingin berhenti di semua cafe dan mencicipi makanannya. Selain itu, setiap sudut di area ini juga kece abis sampai susah deh untuk berhenti foto-foto yang nantinya bisa menjadi stock untuk di posting di Instagram, hehehe

 


Demikian cerita akhir pekan yang sangat berkesan saat berkunjung di Broadway Alam Sutera. Selain mendapatkan konten foto dan video yang sangat menarik, perjalanan saya kali ini berasa begitu lengkap dan nikmat karena ditutup dengan  manisnya Gelato ala italia di Gelatossimo.

 

 

 

Friday, October 18, 2019

HOTEL PALING DEKAT DENGAN BANDARA JOGJA DENGAN VIEW LANDASAN PACU (Platinum Adisucipto Hotel)




Yogyakarta, cukup banyak perubahan yang gue lihat dari kota yang terkenal akan gudegnya ini. Mulai dari daerah Malioboro yang sekarang tertata lebih rapi, dan juga dengan adanya beberapa akomodasi hotel baru yang hadir di kota ini dan salah satunya hotel yang menjadi tempat staycation gue kali ini gaess!!

Sebagai salah satu daerah tujuan parawisata yang cukup banyak mendatangkan wisatawan baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan asing, membuat Yogyakarta membutuhkan banyak akomodasi penginapan baik itu guest house, hostel, hingga hotel berbintang untuk menampung para wisatawan. Kali ini gue staycation di Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta. Hotel ini masih tergolong pendatang baru di Kota Jogja. Tahun 2019 ini Platinum Adisucipto Hotel berusia 3 tahun.

Photo dari Depan Hotel

Platinum Adisucipto Yogyakarta terletak di Jalan Solo, Sleman, Yogyakarta. Menurut gue hotel ini memiliki beberapa keunggulan , yang pertama lokasi hotel ini persis didepan Adisucipto International Airport. Hotel ini juga memiliki ballroom yang cukup besar, selain itu akses yang mudah dan dekat dengan beberapa destinasi wisata favorit di Yogyakarta seperti Keraton Yogyakarta yang kaya akan nilai budaya dan juga Candi Borobudur yang merupakan World Heritage Site dari UNESCO, dan hanya sekitar 15 menit dari Candi Prambanan

Platinum Adisucipto Yogyakarta merupakan hotel yang mengusung konsep modern yang memiliki beberapa sentuhan budaya seperti motif Batik, lukisan wayang dan lukisan Candi Borobudur  yang dipresentasikan secara modern di beberapa bagian sudut hotel. Saat pertama kali gue masuk ke lobby hotel ini, kesan minimalis modern langsung sudah terlihat. nih gue kasih liat beberapa fotonya. kalau masih belum percaya juga yuk langsung datang dan buktikan sendiri hehehe.


Lobby Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta

Lobby Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta


Kebetulan untuk staycation kali ini gue mendapat kesempatan untuk mencoba kamar type Junior suite yang menjadi favorit para tamu. Kamarnya cukup luas, kasurnya berukuran king dan nyaman banget sampai bikin gue males banget untuk beranjak dari kasur hahaha, menurut gue design kamarnya sangat modern dan khas hotel bisnis banget gaess, dan untuk fasilitasnya cukup lengkap seperti fasilitas hotel bintang empat pada umumnya.

Junior Suite at Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta

Junior Suite at Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta

Bathroom - Junior Suite at Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta

Junior Suite at Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta

Dari kamar, sekarang gue akan mengajak kalian tour keliling hotel untuk melihat fasilitas apa aja yang ada di hotel ini. Yang pertama gue akan bahas restorannya, disini fasilitas kulinernya terbagi menjadi tiga tempat yaitu Palladium Restaurant, Barium Bar & Lounge, dan The Infinity Sky Bar


Palladium Restaurant


Palladium Restaurant sebagai restoran utama dimana kamu bisa menikmati breakfast, lunch dan dinner dengan konsep dapur terbuka jadi para tamu bisa melihat proses pembuatan makanan, Palladium Restaurant ini buka selama 24 jam. 


Berikut adalah beberapa foto hidangan breakfast untuk para tamu yang menginap di Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta






Untuk breakfastnya mereka juga menyediakan banyak banget pilihan makanan mulai dari Indonesian food, western food, Javanese food, dll. Nah yang kedua adalah Barium Bar & Lounge, Bar ini masih satu lokasi dengan Palladium Restaurant yang berada di lantai Lobby Hotel ini
Barium Bar & Lounge

Dan yang ketiga ada The Infinity Sky Bar yang terletak di lantai sepuluh satu area dengan kolam renang,  enaknya makan disini itu waktu sore hari menjelang sunset gaess. Enak banget kan tuh berenang dan makan sambil ngeliat sunset dan melihat pesawat terbang saat take off atau landing.

The Infinity Sky Bar - View Merapi Mount

The Infinity Sky Bar - View Adisucipto International Airport

Untuk fasilitas hiburan, Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta menghadirkan fasilitas wajib yang harus ada di setiap hotel bintang 4 yaitu swimming pool, untuk yang suka olahraga atau gym kaya gw hehehe, hotel ini juga menyediakan gym yang cukup luas dan menurut gue peralatannya cukup lengkap banget untuk ukuran gym yang ada di hotel, Nah untuk para cewek-cewek atau cowok yang suka menghabiskan waktu terakhir liburan dengan treatment spa, disini juga ada spanya yaitu 
Kalimaya Spa & Wellness yang juga berada di lantai 10. Nah lengkap banget kan fasilitas – fasilitas hiburannya.

Kalimaya Spa & Wellnes

Gym Center

Gym Center


Swimming Pool dengan View Landasan Pacu Pesawat

Swimming Pool untuk anak-anak

Swimming Pool

Untuk Swimming Pool nya sendiri menurut gue keren banget gaess karena memiliki konsep yang cukup menarik dan yang saya tahu Hotel ini adalah satu-satunya hotel yang memiliki swimming pool di rooftop dengan view landasan pacu pesawat terbang di Yogyakarta.

Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta juga menyediakan Fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention & Exhibition)

Golden Ballroom


Golden Ballroom

Golden Ballroom

Dengan fasilitas yang dihadirkan Platinum  Hotel Yogyakarta menurut gue bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengeksplor wisata dan budaya daerah istimewa ini. Hotel ini juga bisa menjadi destinasi yang tepat kalau kamu mau staycation di kota Yogyakarta.

Platinum Adisucipto Yogyakarta, Hotel & Conference Center
Address : Jalan Solo No 28, Sleman - Yogyakarta
Phone : (0274) 2802228
Instagram : @platinumadisucipto
Website : platinumhotelindonesia.com


Sunday, May 26, 2019

JALAN TERINDAH DI PULAU JAWA DAN COCOK UNTUK JALUR MUDIK


Kali ini saya akan membahas perjalanan mudik lebaran saya dari Yogyakarta ke Blitar via PANSELA ( Pantai Selatan ). Jalur ini membuat saya tertarik karena ini merupakan jalur baru yang di bangun oleh Kementrian PUPR dan pertama kalinya saya melewati jalur ini.



Salah satu pemandangan alam di jalur Pansela (Pantai Soge - Pacitan)

PANSELA sendiri merupakan kepanjangan dari Pantai Selatan yaitu jalur memanjang sejauh 1.405 km dengan kelebaran jalan 5-7 meter menghubungkan Banten sampai Banyuwangi. Jalur Lintas  melintasi Banten – Sukabumi – Surade – Tegalbuleud  - Cidaun – Tasikmalaya – Pangandaran – Cilacap – Ayah – Wawar Jali – Yogyakarta – Parangtritis – Legundi – Baron – Pacitan – Prigi – Pantai Serang – Sendang Biru – Sumberejo – Banyuwangi. Jalur ini di selesaikan pemerintah sebelum lebaran ini karena untuk pemecahan arus mudik ataupun arus balik lebaran. Seperti yang kita ketahui seberapa sibuk jalur PANTURA ( Pantai Utara ) dan Jalur Tengah waktu arus mudik dan balik lebaran, oleh sebab itu PANSELA merupakan jalur alternative yang dapat di tempuh oleh para pemudik untuk menghindari macetnya jalur PANTURA dan Tengah.


Sumber @kemenpupr


Sumber @kemenpupr

Saya memulai perjalanan dari Kota Yogyakarta mengarah ke Kabupaten Gunungkidul dan selanjutnya ke arah Kecamatan Pracimantoro - Wonogiri. Di sini saya dapat bonus pemandangan pegunungan seribu. Jalan diapit oleh bukit – bukit kars khas pegunungan seribu. Pembangunan PANSELA di gunungkidul juga sudah rampung, badan jalan lebar dan keadaan aspal jalan pun sudah sangat halus. Jalur ini juga masih belum terlalu ramai digunakan para pemudik, itu yang membuat nyaman mudik lewat PANSELA ini.

Jalur Pansela di pegunungan sewu - Gunungkidul

Di Jalur ini kita juga bisa menemukan beberapa umum dan untuk dibidang kesehatan, di jalur ini juga terdapat beberapa Apotek dan Puskesmas bahkan Rumah Sakit pun ada di jalur ini, ya walaupun tidak disetiap tempat ada  


Untuk fasilitas fasilitas lain kita juga bisa menemukan banyak masjid di sepanjang jalur ini. Selain itu kita juga bisa menemukan POM Bensin dengan mudah. Jadi jangan kuatir untuk masalah bahan bakar dan masjid untuk sholat kita dapat dengan mudah menemukannya disepanjang jalan  ini.



Selain itu kita juga bisa menemukan beberapa Rest Area dan warung makan. Di perjalanan jauh Rest Area dan Warung makan sangat penting. Lelah berkendara kita bisa istirahat dan makan Rest Area tersebut, karena sangat berbahaya jika lelah berkendara tetapi dipaksakan untuk meneruskan perjalanan.


Jalur pansela pegunungan sewu - Wonogiri

Perjalanan saya lanjutkan  dari Pracimantoro - Wonogiri menuju Pacitan. Perjalanan dari Yogyakarta ke pacitan saya tempuh sekitar 3 jam berkendara memakai sepeda motor. Nah di pacitan ini kita akan di suguhkan pemandangan yang sangat menawan, dari kelak kelok jalurnya, pemandangan dari atas bukitnya, pemadangan pantainya karena jalur PANSELA ini menyusuri tepian pantai, dari tempat wisatanya. 
Jalur Pansela - Wonogiri


Di Pacitan jalur ini melewati beberapa tempat wisata seperti Gua Tabuhan, Gua Gong, Pantai Klayar, Pantai Watu Karung, Pantai Srau, Sentono Gentong, dan masih banyak lagi. Apabila kita bosan dengan perjalanan kita bisa mampir ke tempat wisata tersebut.


Jalur Pansela - Pacitan

Di perjalanan ini saya sempatkan mampir di beberapa tempat wisata seperti Gua Gong, Pantai Klayar, Pantai Srau, Kali Cokel, Sentono Gentong dan Pantai Teleng Ria.
Gua Gong dengan keindahan khas perbukitan kars pegunungan sewu yang sudah dinobatkan sebagai situs Geopark UNESCO, ini memberi pengalaman yang sangat unik di perjalanan ini. untuk tiket masuk gua gong juga masih terjangkau yaitu Rp 10.000 perorang. Untuk menuju Gua Gong kita di haruskan berjalan kaki sekitar 100 – 150 meter melewati jembatan dari parkiran. Setelah masuk kita disuguhkan pemandangan alam stalagtit dan stalagmite yang disinari lampu berwarna-warni sangat indah. Mulut gua memang kecil tetapi setelah masuk ternyata didalam sangat luas.
Goa Gong - Pacitan


Dari Gua Gong saya juga menuju Pantai Klayar yang jaraknya tidak begitu jauh dari Gua Gong. Akses jalan dari PANSELA ke Gua Gong dan Pantai Klayar juga sangat bagus, ruas jalan luar dan halus. Di Pantai Klayar ini kita dapat menemukan Suling Samudra dimana kita bisa melihat semburan air dari lubang di tempat semacam semenanjung yang merupakan salah satu Ikon dari Pantai ini.


Pantai Klayar - Pacitan


Seruling Samudera Pantai Klayar - Pacitan

Setelah Puas berfoto di pantai klayar saya melanjutkan perjalanan ke Pantai Watu Karung. Disini pantainya sangat bersih dengan warna pasirnya yang putih dan airnya yang jernih. Terdapat beberapa wisatawan yang sedang bermain surfing, karena memang ombaknya yang besar dan tidak pecah.

Pantai Watu karung - Pacitan


Tidak Jauh dari Pantai Watu Karung kita bisa menikmati keindahan alam Kali Cokel, memang tidak seterkenal Sungai Maron, tetapi keduanya sebenarnya hampir sama. Ongkos menaiki perahu untuk explore Kali Cokel saya mengeluarkan uang sebesar Rp 20.000 perorang, cukup terjangkau. Dengan biaya segitu kita bisa menyusuri sungai ke muara sungai maupun ke hulu sungai. Pemandangan cukup menawan di pingiran sungai ditumbuhi pohon kelapa.
Kali Cokel - Pacitan


Di dekat Kali Cokel Terdapat Pantai Kasap Yang tak kalah Menawan dari Pantai-pantai sebelumnya. Kita tracking menaiki bukit sekitar 15 menit dan kita akan mendapatkan pemandangan yang sangat menawan dari atas bukit, pantai ini sering disebut Raja Ampat nya Pacitan.
Pantai Kasap - Pacitan


Belum selesai sampai disitu, dari sungai cokel saya bertolak ke Pantai Srau, Jarak tidak begitu jauh dan ternyata disini pemandangan tidak kalah dari Pantai Watu Karung. Pantai dengan pasir putih bersih dan masih asri, blm banyak wisatawan yang datang.
Pantai Srau - Pacitan


Dari Pantai Srau saya langsung bertolak kembali ke jalur PANSELA untuk melanjutkan perjalanan mudik saya. Di pertengahan jalan menuju pacitan saya melewati satu tempat wisata lagi yaitu Sentono Gentong. Sentono Gentong merupakan tempat wisata menyuguhkan pemandangan Kota Pacitan dan pantai Teleng Ria dari atas bukit. Sangat luar biasa pemandangan Kota Pacitan dari sini. Untuk Tiket masuk Sentono Gentong juga terbilang murah hanya Rp. 10.000 per orang

Bukit Sentono Gentong - Pacitan

Dari Sentono Gentong kita langsung menuju kota pacitan, tidak jauh dari sini, sekitar menempuh perjalanan 20 menit sudah sampai Kota Pacitan. Dari Kota Pacitan kita menuju Trengalek. Di sepanjang perjalanan dari Pacitan kita juga disuguhi pemandangan yang sangat menawan salah satunya adalah jembatan JLS Pacitan.




Dari Jembatan JLS Pacitan ini kita menuju Trengalek, perjalanan disini agak panjang tetapi sekita 50 menit kita bertemu dengan Pantai Soge yang letaknya sangat dekat dengan Jalur PANSELA. Jalur ini menyusuri Pantai Soge dan menyuguhkan pemandangan yang tiada duanya.

Jalur Pansela Pantai Soge (Pacitan - Trenggalek)


Dari Pantai Soge ini saya melanjutkan perjalanan lagi, sekitar 30 (tigapuluh) menit dari sini saya menemukan Rest Area yang juga mempunyai pemandangan yang bagus dan fasilitas lengkap seperti mushola, toilet dan warung makan. Rest Area tersebut adalah Rest Area PLTU Sidimoro. Untuk parkiran di Rest Area ini juga cukup luas.




Sesudah istirahat sekitar 15 ( lima belas ) menit maka saya melanjutkan perjalanan lagi. Sekitar 2,5 jam perjalanan saya sampai di kota Trenggalek, karena hari sudah petang dan juga sudah buka puasa maka saya mencari makan untuk berbuka puasa, kebetulan di pinggir jalan dari Trenggalek menuju Tulungagung banyak warung makan.


Jalur Pansela - Trenggalek

Sekitar 45 ( empat puluh lima ) menit beristirahat berbuka puasa saya melanjutkan perjalanan Ke Tulungagung, pejalanan tidak lama sekitar 45 ( empat puluh lima ) menit denganjalan yang lumayan ramai, ruas jalan yang lumayan luas tetapi keadaan jalan yang kadang bergelombang.
Perjalanan dari Tulungagung ke Kota Blitar juga tidak memakan waktu lama sekitar 45 menit juga dengan keadaan jalan yang tidak berbeda jauh dari ruas jalan Trengalek – Tulungagung.



Dari perjalanan Yogyakarta – Blitar disarankan untuk membawa uang cash dikarenakan sepanjang perjalanan yogyakarta – Blitar baru bisa di temui mesin ATM hanya di Kota Pacitan, Kota Trenggalek, Kota Tulungagung dan di Kota Blitar. Untuk sepanjang perjalanan menuju masing-masing kota tidak terdapat mesin ATM. Untuk ketersediaan POM Bensin, Rest Area, Puskesmas, Apotek, Bengkel, Pos Polisi, Masjid di sepanjang jalur PANSELA masih mudah ditemukan. Ruas jalannya sudah lebar dan keadaan aspal juga sudah halus, juga masih jarang digunakan oleh para Pemudik oleh sebab itu Jalur PANSELA ini menurut saya sangat di rekomendasaikan untuk jalur mudik. Kalau kita lelah di perjalanan kita bisa berhenti di tempat-tempat wisata karena di sepanjang jalur ini banyak tempat wisata.
Demikian secuil informasi tentang perjalanan Mudik saya ke Blitar dari Yogyakarta via Jalur PANSELA. Semoga bermanfaat bagi para pemudik. Tetap Jaga Kondisi, taat peraturan lalulintas, dan semoga selamat sampai tujuan. Terimakasih.
  



@Way2themes

Follow Me